Dosen KK Inlive Membantu Mendesain Taman Perumahan di Kecamatan Bojongsoang

Akhmadi | Desain Interior FIK Telkom University

Pada hari Minggu, 14 November 2021, tim Dosen dari Fakultas Industri Kreatif, tepatnya Program Studi Desain Interior mengadakan acara pengabdian masyarakat. Kegiatan abdimas tersebut berjudul Webinar Perancangan Ulang Taman Perumahan sebagai Fasilitas Kebugaran dan Kesehatan pada Masa Pandemi. Acara webinar mengambil studi kasus lahan taman di Blok C Perumahan Pesona Ciganitri RT 10, RW 12, Desa Cipagalo, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Tim abdimas terdiri dari Akhmadi, S.T., M.Ds. sebagai ketua tim dosen, dan anggota dosen adalah Setiamurti Rahardjo, S.T., M.T. Kedua dosen tersebut tergabung ke dalam satu Kelompok Keahlian (KK) yang sama, yaitu KK Inlive (Innovative Lifestyle and Designed Environment). Sedangkan untuk anggota mahasiswa terdiri dari Asventania Putri Rahmawati, Arifah Putri Salsaqilah, dan Bilal Naufal Ramdhani.

Kegiatan Abdimas ini diselenggarakan dengan bantuan dana internal skema reguler kedua oleh Direktorat PPM (Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Telkom University pada semester kedua tahun 2021. Dasar kegiatan webinar ini dimulai dari fungsi taman perumahan yang merupakan fasilitas publik yang paling dekat dengan rumah tinggal di sekitar komplek perumahan. Pembangunan fasilitas taman bertujuan untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan juga berfungsi sebagai tempat untuk berkumpul, bermain dan bersenang-senang. Taman Blok C Perumahan Pesona Ciganitri merupakan taman komplek yang berada di dalam cluster. “Karena letak taman yang berada di tengah blok, taman ini sering ramai dikunjungi penghuni sekitar. Sejalan dengan kondisi pandemi sekarang, taman ini juga perlu dikembangkan kembali desainnya untuk membentuk taman yang lebih ramah terhadap kesehatan dan bisa mencegah penularan virus Covid 19,” ungkap Akhmadi, Ketua Panitia Webinar.

Tim abdimas melakukan metode pencarian data dalam membuat solusi desain taman. Metode tersebut dimulai dari survey lapangan (mengukur luas lahan, dan titik pohon eksisting), mewawancarai ketua RT dan beberapa warga sekitar. Data yang diperoleh kemudian diolah untuk dihasilkan desain taman. Tim abdimas memperkenalkan hasil desain dengan studi pendekatan protokol kesehatan, kebugaran dan tentunya ergonomi dalam memasang serta menempatkan elemen pembentuk taman. Hasil draft desain dan kajian disosialisasikan melalui platform zoom meeting. Konsep dan gambar kerja juga dicetak untuk diserahkan ke pihak RT setempat. “Hasil output desain dan sumbangan berupa wastafel portabel untuk ditaruh di taman sudah kami serahkan langsung ke pengurus RT 10,” lanjut Akhmadi.

Meskipun hanya sebuah desain, tetapi diharapkan bisa menjadi materplan perancangan taman yang dapat memenuhi standar desain yang baik, estetis, dan membuat nyaman pengunjung dan penghuni blok C, juga terpenting dapat memenuhi standar protokol kesehatan Covid 19. Pengunjung sudah tidak perlu merasa cemas perihal penularan virus, menjaga jarak, antisipasi keramaian dan kegiatan taman yang lain karena taman sudah dikembangkan desainnya menjadi lebih aman dan beradaptasi terhadap situasi dan kondisi kesehatan dan kebugaran tubuh saat ini. “Tim juga siap mengawal apabila diperlukan tahap pembangunan yang lebih lanjut,” jelas Akhmadi.

Hasil desain taman memperlihatkan bahwa pohon yang sudah tumbuh besar di taman tidak akan banyak ditebang, hanya saja cukup dirapihkan biar membuat taman lebih tertata. Apabila diperlukan, maka ditanam kembali pohon-pohon berbuah dan rindang. Aplikasi desain taman yang paling terlihat adalah adanya jogging track untuk kegiatan lari kecil mengelilingi semua sisi taman dan dilengkapi 3 wastafel di setiap sudut taman. “Ditambahkan juga lapangan mini basket di salah satu sisi taman, dua area batu refleksi serta mainan ketangkasan anak-anak lainnya untuk ditaruh di tengah taman,” jelasnya.

Yudi Heryadi, ketua RT 10 setempat menyambut positif kegiatan webinar ini. Menurutnya, desain yang dibuatkan di luar bayangan ekspektasinya. Ia merasa sangat senang dan bangga melihat hasil rancangan yang dibuat tim abdimas dari Universitas Telkom Bandung. Ia juga akan berupaya untuk mewujudkan desain tersebut menjadi nyata. “Terimakasih kepada pihak kampus Telkom University, selanjutnya pengurus RT dan dibantu warga akan berusaha mencarikan dana dan sumbangan untuk dibangun secara bertahap,” jelas Yudi.